“Youth of Nation”

November 21st, 2006

Pemuda Bangsa, seperti yang diteriakan oleh grup musik POD dalam lagunya yang berjudul sama dengan judul goresan ini. Apakah pemuda itu…

Makhluk hidup yang dikenal dengan sebutan manusia, mengalami masa kejayaannya di saat kekuatan fisiknya sedang dipuncak, di saat ketajaman berpikirnya mampu mengiris analisis-analisis dengan kritis. Masa ini adalah masa yang hanya dilewati satu kali dalam kehidupan manusia.
Taruhlah umur maks. manusia 70tahun, 1-12th anak-anak, 12-17remaja, 17-30dewasa -Phisically-, 30-70menua -degradasi secara fisik-, lalu mati, terkubur menjadi makanan belatung dan di daur ulang oleh alam.
Masa kejayaan manusia terletak ketika ia mampu mengembangkan dirinya hingga ke puncak kualitas kemanusiaannya.
Kemampuan terbesar untuk mengembangkan diri seorang manusia adalah ketika tenaganya masih prima dan pikirannya belum pikun. Karena setelah masa itu kesempatan menjadi terbatas oleh fisik yang mulai sakit-sakitan dan pikiran yang mulai congkak karena merasa berpengalaman.

Nature_012Ada sebuah petuah bijak "Serahkan pengembangan ide kepada kaum muda karena sekarang zaman milik mereka, dan serahkan pengambilan keputusan kepada kaum tua karena mereka memiliki pertimbangan-pertimbangan yang lebih matang dari perjalanan zaman mereka".

Para pemuda -termasuk ane- pasti mengalami fase-fase transisi hingga pada akhirnya sampai pada sebuah
fase yang mapan / fase kedewasaan. Tetapi sebelum mencapainya mayoritas pemuda mengalami fase pembelajaran atau fase pengamatan terhadap alam sekitar yang diikuti dengan fase peniruan, terlihat dari para pemuda yang meniru idola mereka, bisa bintang pelem, rock star, orang tua, saudara, teman, pak Lurah, siapa sajalah. Mereka meniru/meng-imitasi mulai dari gaya rambut, cara berpakaiaan, musik favorit, cara berbicara, apa saja yang penting menyerupai idola tersebut. Alasannya macam-macam, agar diterima disebuah komunitas, tampil beda, menarik perhatian lawan jenis, menarik perhatian sesama jenis, pemberontak, tetapi pada intinya semua itu untuk mendapatkan sebuah "pengakuan" dari lingkungan, kita sebut saja pemuda pada fase ini sebagai pemuda tiruan -He..-

Pada perjalananya pemuda tiruan ini biasanya memiliki kegelisahan, kegelisahan ini membawa mereka pada fase selanjutnya fase pendewasaan, mereka merasakan kebosanan sebagai tiruan, karena menurut mereka setiap manusia itu unique atau berbeda satu sama lain, bahkan saudara yang kembar identik pun pasti berbeda, tetapi dilain sisi setiap makhluk hidup yang disebut manusia ini memiliki kesamaan, yaitu mereka di golongkan sebagai ‘Manusia‘ bukan hewan atau tumbuhan. Pemuda ini merasa bahwa ia harus mencari titik temu persamaan manusia ini melalui melalui perjalanannya sendiri yang unique.


Ketika fase pendewasaan ini dipertahankan maka ia memasuki fase kedewasaan, makhluk yang digolongkan menjadi manusia ini sedang belajar arti dari kemanusiaan, sehingga hidupnya yang taruhlah 70th ini -mungkin kurang- menjadi lebih berarti, dan menorehkan goresan kecil penuh makna dalam kehidupan kemanusiaannya yang singkat, ketimbang pada akhirnya hanya mati, terkubur menjadi makanan belatung dan didaur ulang oleh alam. Ia pernah berjalan di muka bumi ini sebagai ‘manusia merdeka‘ dan menjadi bagian dari alam semesta bukan dari wujud fisiknya yang membusuk dan terdaur ulang saja, tetapi juga menjadi bagian dari alam semesta secara esensi.




One Response to ““Youth of Nation””

  1.   Fadliah on November 27, 2006 8:34 pm

    Senang sekali bisa baca artikel seperti ini..

    Give me something… that means a lot.

    Walopun kita jarang ngobrol yah komen-komen dikit gpp yah

    Terima Kasih :-D
    Ketemu lagi nanti..

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind